Ulasan Buku Jagapati Bumi


   Bab 1 (Meremang)

menggambarkan perasaan “meremang” saat kita mendengar atau memikirkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti kisah mistis atau larangan-larangan yang sudah ada sejak dulu. Pembahasannya menarim karena penjelasannya tentang asal-usul mitos dari berbagai negara dan kita juga bisa tahu bagaimana mitos bisa memengaruhi perilaku manusia, misalnya larangan bersiul di malam hari atau anggapan bahwa kucing hitam membawa sial. Pada pembahasan ini juga menunjukkan bahwa mitos tidak selalu tentang hal menyeramkan, tapi kadang digunakan untuk mengajarkan kebiasaan baik, seperti tidak membuang makanan. Oleh karena itu, BAB 1 ini cukup seru dan membuat pembaca penasaran untuk lanjut ke bab-bab berikutnya. Buku ini cocoksekali untuk dibaca karena bahasanya ringan, gambar-gambar yang menarik, dan contoh-contohnya dekat dengan kehidupan sehari-hari


Bab 2 (Lubuk Larangan)

Kalau di BAB ini, pembahasannya tentang mitos tentang lubuk larangan, yaitu bagian sungai yang dianggap sakral dan tidak boleh diambil ikannya. Penjelasan dimulai dari kisah dua orang yang melanggar aturan dan mengalami nasib buruk, lalu diperluas dengan fakta tentang penerapan lubuk larangan di Sumatra dan Jambi. BAB ini menjelaskan bahwa mitos tentang hukuman sebenarnya memiliki tujuan positif, yaitu untuk menjaga sungai tetap sehat dan mencegah penangkapan ikan berlebihan. Adat seperti denda, sumpah, dan aturan ketat membuat masyarakat lebih berhati-hati dan tidak merusak alam. Yang membuat bab ini menarik adalah gabungan antara cerita mistis dan penjelasan ilmiah tentang ekologi sungai. Oleh karena itu, waktu kita baca rasanya kita juga diajak untuk memahami bahwa larangan adat bukan sekadar menakut-nakuti, tetapi memiliki manfaat besar untuk lingkungan. Pada BAB 2 ini memberi contoh bagaimana mitos bisa menjadi cara tradisional untuk menjaga alam, dan membuat kita berpikir bahwa modernisasi tidak selalu lebih baik dibanding kearifan lokal


Bab 3 (Pohon Keramat)

Kalau BAB 3 ini membahas pohon beringin yang dianggap sakral di banyak daerah Indonesia. dalam ceritanya menjelaskan bentuk dan fungsi beringin secara ilmiah seperti akar gantung, daun yang rimbun, dan perannya dalam menjaga air tanah lalu dikaitkan dengan mitos tentang makhluk gaib seperti kuyang yang dipercaya tinggal di pohon besar. Bab ini juga memperlihatkan hubungan antara manusia, pohon, dan hewan. Banyak makhluk seperti burung, serangga, dan kukang memanfaatkan beringin sebagai tempat tinggal dan perlindungan. Cerita tentang ritual Dayak dan upacara Tumpek Wariga di Bali menunjukkan bahwa masyarakat menghormati pohon bukan hanya karena takut, tetapi karena menyadari manfaatnya. Oleh karena itu, pada BAB ini kita diajak untuk melihat pohon besar bukan hanya sebagai objek mistis, tetapi juga sebagai bagian penting dari keseimbangan alam. Mitos tentang “keramat” justru membantu menjaga kelestarian pohon-pohon besar.


Ayo baca kelanjutannya di link ini

https://buku.kemendikdasmen.go.id/katalog/jagapati-bumi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang aku (About me)

Pengalaman Belajar di Klub Perbengkelan

Flowchart Proses Menggantikan Ban Motor