Ayah Dan Sirkus Pohon
Bismillah
Novel Ayah dan Sirkus Pohon karya Andrea Hirata menceritakan tentang kehidupan sederhana yang penuh perjuangan. Cerita ini menggambarkan bagaimana nasihat seorang ayah dapat menjadi pegangan hidup bagi anaknya.
Begitu pesan ayah kepadaku. Kutulis pesan di halaman muka buku PMP waktu aku SMP dulu. Aku bodoh, tak tamat SMP, bayak orang kampung bilang aku lugu sekaligus dungu, tapi kata-kata ayah itu membuatku tak pernah malas berkerja, kalau memang ada perkerjaan. Kini kupandangai tangan dan kakiku sendiri, aku merasa getir. Malu aku mendapati diriku sendiri tak punya perkerjaan. Bukannya aku tak berusaha namun mencari perkerjaan bukan main sulitnya, macam mencari kucing hitam di kamar gelap, dan kucingnya tidak ada.
Terbukalah mataku, sirkus begitu asyik disaksikan, gembira ria para penonton, bersorak-roai anak-anak namun di balik itu ternyata banyak kisah yang hebat dari para pelakunya, ada mimpi yang besar, tekad yang kuat seni dan rezim latihan militan.
Teringat aku tahun lalu ketika baru bekerja di sirkus yang tampak seakan hidup segan mati tak mau, kini armada sirkus keliling semakin besar. Truk yang semula hanya 1 kini ada beberapa. Karyawan semakin banyak. Sirkus tampil sampai ke pulau Bangka bahkan sampai ke Palembang dan Lampung. Armadanya diangkut naik kapal feri

Komentar
Posting Komentar